buble
uppingbear

Tuesday, May 14, 2013

TEORI ORGANISASI UMUM



Perilaku Produsen
Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.
Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis. Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk memulai suatu bisnis.
Agar berhasil seorang pengusaha harus mampu melakukan 4 hal sebagai berikut :
Perencanaan. Perencanaan antara lain terkait dengan penyusunan strategi, rencana bisnis, serta visi perusahaan. Ia harus tau apa yang ingin ia capai dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.
Pengorganisasian. Semua sumber daya yang ada harus bisa ia kelola untuk mencapai tujuan perusahaannya, baik sumber daya, modal, maupun manusia.
Pengarahan. Agar rencana bisa terwujud, pengusaha wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya.
Pengendalian. Kemampuan ini ada hubungannya dengan bagaimana hasil pelaksanaan kerja tersebut. Apakah sesuai dengan rencana atau justru sebaliknya.


Produksi adalah usaha menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Dan orang yang menghasilkan barang atau jasa untuk dijual atau dipasarkan disebut produsen. Untuk dapat melakukan kegiatan produksi, seorang produsen membutuhkan  faktor – faktor produksi. Terdapat dua macam faktor produksi yaitu faktor produksi asli dan faktor produksi turunan.
1. Faktor produksi asli
Yang termasuk faktor produksi asli antara lain sebagai berikut :
Alam. Contohnya : tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuh – tumbuhan, hewan, barang tambang.
Tenaga kerja. Tanpa adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan dapat dirubah atau diolah menjadi barang hasil produksi.
2. Faktor produksi turunan
Yang termasuk faktor produksi turunan adalah modal dan keahlian.
Fungsi Produksi
Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan (input) dengan keluaran (output). Misalkan kita memproduksi jeans. Dalam fungsi produksi, jeans itu bisa diproduksi dengan berbagai macam cara. Kalau salah satu komposisinya diubah begitu saja, maka hasilnya juga akan berubah. Namun, output dapat tetap sama bila perubahan satu komposisi diganti dengan komposisi yang lain. Misalnya penurunan jumlah mesin diganti dengan penambahan tenaga kerja. Secara matematis, fungsi produksi dapat ditulis sebagai berikut :
Q = f(L, R, C, T)
Dimana :
Q         = jumlah barang yang dihasilkan (quantity)
F          = symbol persamaan (function)
L          = tenaga kerja (labour)
R         = kekayaan alam (resources)
C         = modal (capital)
T          = teknologi (technology)

Produksi adalah segala sesuatu yang secara langsung maupun tidak langsung ditunjukkan untuk menghasilkan barang dan jasa atau mempertinggi faedah barang guna memenuhi kebutuhan manusia. Produksijuga dimaksudkan untuk menghasilkan barang-barang konsumsi, yaitu barang-barang yang segera dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia atau konsumsi.
Untuk menjamin kegiatan produksi, diperlukan alat-alat yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang/jasa yang disebut factor produksi atau sumber daya ekonomi. Sumber daya ekonomi meliputi :
·         factor produksi alam
·         factor produksi tenaga kerja manusia
·         factor produksi modal
·         factor produksi kewirausahaan

Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksioutput yang lain.

PRODUKSI OPTIMAL
Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantity (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan. Metode EPQ dapat dicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimun. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biaya persediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan. Metode EPQ menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
1.Barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar dari tingkat permintaan.
2.Selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi tingkat permintaan.
3.Selama berproduksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.
Penentuan Volume Produksi yang Optimal dengan Metode
Economic Production Quantity (EPQ): Persediaan produk dalam suatu perusahaan berkaitan dengan volume produksi dan besarnya permintaan pasar. Perusahaan harus mempunyai kebijakan untuk menentukan volume produksi dengan disesuaikan besarnya permintaan pasar agar jumlah persediaan pada tingkat biaya minimal. Menurut . Metode EPQ dimaksudkan untuk menentukan besarnya volume produksi yang optimal, dalam artian cukup untuk memenuhi kebutuhan dengan biaya yang serendah-rendahnya. Penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variabel saja. Biaya variabel dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sebagai berikut:
a.Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up cost).
b.Biaya-biaya yang berubah-ubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).
ketika biaya persiapan produksi merupakan biaya yang harus dikeluarkan sebelum produksi berlangsung. Biaya ini timbul karena perusahaan memproduksi sendiri bahan baku yang akan digunakan. Biaya ini terdiri dari : (1) biaya mesin-mesin menganggur, (2) biaya persiapan tenaga kerja langsung, (3) biaya scheduling, (4) biaya ekspedisi dan sebagainya.
Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi. Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan diantaranya :
A.Biaya fasilitas-fasilitas penyimpanan (termasuk penerangan, pemanas atau pendingin)
B.Biaya modal (opportunity cost of capital)
C.Biaya keusangan
D.Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan
E.Biaya asuransi persediaan
F.Biaya pajak persediaan
G.Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan
H.Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.
Kedua jenis biaya tersebut mempunyai hubungan dengan tingkat persediaan. Biaya persiapan produksi berbanding terbalik dengan tingkat persediaan. Biaya penyimpanan berbanding lurus dengan tingkat persediaan. Semakin banyak biaya yang dikeluarkan untuk persiapan produksi, tingkat persediaan semakin kecil dan sebaliknya. Bila biaya penyimpanan semakin besar, tingkat persediaan semakin besar atau sebaliknya.

Least Cost Combination

Least cost combination adalah Dalam rangka untuk menentukan kombinasi terbaik dari modal dan tenaga kerja untuk menghasilkan output itu, kita harus mengetahui jumlah dana tersedia untuk produsen untuk dibelanjakan pada masukan dan juga harga input. Misalkan bahwa produsen memiliki Rs pembuangan. 10.000 untuk dua input, dan bahwa harga dari dua masukan sebagai Rs. 1000 per unit modal dan Rs. 200 per unit tenaga kerja. Perusahaan akan memiliki tiga kemungkinan alternatif sebelumnya.


a) Untuk menghabiskan uang hanya pada modal dan mengamankan 10 unit itu.
b) Untuk menghabiskan jumlah hanya pada tenaga kerja dan mengamankan 50 unit tenaga kerja
c) Untuk menghabiskan jumlah yang sebagian pada modal dan sebagian pada tenaga kerja.


Garis harga faktor juga dikenal sebagai garis isocost karena mewakili berbagai kombinasi input yang dapat dibeli untuk jumlah uang yang diberikan dialokasikan. Kemiringan garis harga faktor menunjukkan rasio harga modal dan tenaga kerja yaitu. 01:05.

Dengan menggabungkan isokuan dan garis harga faktor, seseorang dapat mengetahui kombinasi optimal faktor yang akan memaksimalkan output

Kurva sama produk IQ1, IQ2, dan IQ3 merupakan output 1000 unit, 2000 unit dan 3000 unit masing-masing. AB adalah garis harga faktor. Pada titik E garis-harga faktor bersinggungan dengan isokuan IQ2 mewakili 2.000 unit output. Titik E menunjukkan jumlah maxi-ibu-modal dan tenaga kerja yang perusahaan dapat bergabung untuk menghasilkan 2000 unit output. Isokuan IQ3 berada di luar faktor harga garis AB dan karenanya tidak dapat dipilih oleh perusahaan. Di sisi lain, IQ1 Isoquant tidak akan disukai oleh perusahaan meskipun antara R dan S itu jatuh dalam garis harga faktor. Poin R dan S tidak cocok karena output dapat ditingkatkan tanpa meningkatkan biaya tambahan dengan pemilihan yang lebih Kombinasi input yang sesuai. Titik E, karena itu, adalah kombinasi ideal yang memaksimalkan produksi atau meminimalkan biaya per unit, itu adalah titik di mana perusahaan berada dalam ekuilibrium.
 

Kesimpulan : Produsen harus mengatur segala sesuatu yang bersangkutan dengan kegiatan produksi agar kegiatan produksi itu berjalan sesuai dengan rencana yang dibuat sebelum dijalankannya produksi tersebut dan produksi harus tetap sasaran dari segi lama produksi dan jumlah produksinya itu sendiri.
Saran : Sebaiknya produsen harus mengawasi semua kegiatan produksi yang berlangsung agar produksi tidak salah jalan dan tepat pada sasarannya.


ONGKOS DAN PENERIMAAN
Ongkos adalah kurva yang menunjukkan saling berhubungan antara jumlah ongkos produksi dengantingkat output yang dihasilkan.Sedangkan yang dimaksud dengan
ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produlsi yang gunanya untuk memproduksi output atau pengeluaran.
Kurva ongkos adalah kurva yang menunjukan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkattinggi output yang dihasilkan
Macam– macam Ongkos :

Biaya Tetap (Fixed Cost : FC) Yaitu, merupakan balas jasa dari pada pemakaian faktor produksi tetap ( fixed factor),  yaitu biayayang dikeluarkan tehadap penggunaan faktor produksi yang tetap dimana besar kecilnya biaya initidak dipengaruhi oleh besar kecilnya output yang dihasilkan.

Biaya tidak tetap  (Variabel cost  VC) yaitu merupakan biaya yang dikeluarkan sebagai balas jasa atas pemakaian variabel faktor, yang besar kecilnya dipengaruhi langsung oleh besar kecilnya output.


Biaya Total (Total cost : TC) Yaitu merupakan jumlah keseluruhan dari biaya tetap dan biaya tidak tetap.


Biaya Rata-rata (Avarage Cost : AC)Yaitu merupakan ongkos persatu satuan output; baik untuk biaya rata-rata tetap (avarage fixed cost ) dan biaya rata-rata variabel (avarage variable cost ) dan rata-rata  total (avarage total cost ),diperoleh dengan jalan membagi biaya Total dengan jumlah output yang dihasilkan.

Biaya Marginal (Marginal cost : MC)Yaitu merupakan biaya tambahan yang diakibatkan dari penambahan satu-satuan unit output.

Biaya Tetap Rata-Rata (Avarage fixed cost : AFC)Biaya hasil bagi biaya tetap dengan jumlah yang dihasilkan.

Biaya Variabel Rata-Rata (Avarage Variable cost : AVC)Diperoleh dengan jalan membagi biaya variabel dengan jumlah produk yang dihasilkan.Secara sederhana pengertian diatas dapat ditulis sebagai berikut :TC = FC + VC AFC = FC : Q MC = TC1– TCOAVC = VC : Q ATC = TC : Q
Ongkos produksi dibedakan menjadi :

Ongkos Produksi Jangka Pendek
Didalam suatu ongkos produksi jangka pendek sebuah perusahaan sudah mempunyai peralatan- peralatan untuk produksi seperti halnya mesin, gedung dan tanah. Masalah yang perludiperhatikan didalam ongkos jangka produksi pendek ini adalah bagaimana mengatasi masalahkebijakan bahan baku, tenaga kerja dan sebagainya ini adalah merupakan ongkos variabel. Jadididalam ongkos produksi jangka pendek ini juga terdapat ongkos tetap dan ongkos variabel.

Ongkos Produksi Jangka PanjangDidalam
ongkos produksi janka panjang ini sebuah perusahaan dapat menambah semua faktor  produksi, sehingga tidak ada yang namanya ongkos tetap didalam ongkos produksi jangka panjang. Semua pengeluaran didalam ongkos jangka panjang ini merupakan ongkos variabel.
Penerimaan (Revenue)Penerimaanadalah segala penerimaan produsen dari hasil penjualan outputnya.
Kurva penerimaan adalah kurva yang didalam memproduksi suatu barang, ada dua hal yang menjadifokus utama dari seorang pengusaha dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimum, yaituongkos (cost) dan penerimaan (Revenue).Macam-macam penerimaan :

Total penerimaan (Total revenue : TR)Yaitu total penerimaan dari hasil penjualan outputnya. Pada pasar persaingan sempurna, TR merupakan garis lurus dari titik origin, karena harga yang terjadi dipasar bagi mereka merupakansuatu yang datum (tidak bisa dipengaruhi), maka penerimaan mereka naik sebanding(
 Proporsional) dengan jumlah barang yang dijual. Pada pasar persaingan tidak sempurna, TR merupakan garis melengkung dari titik origin, karena masing perusahaan dapat menentukansendiri harga barang yang dijualnya, dimana mula-mula TR naik sangat cepat, (akibat pengaruh
monopoli) kemudian pada titik tertentu mulai menurun (akibat pengaruh persaingan dansubstansi).

Penerimaan rata-rata (Avarage Total revenue: AR) Yaitu rata-rata penerimaan dari per kesatuan produk yang dijual atau yang dihasilkan, yangdiperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.

Penerimaan Marginal (Marginal Revenue: MR) yaitu penambahan penerimaan atas TR sebagai akibat penambahan satu unit output.
Keuntungan Maksimum
Permintaan dan Hasil JualanDidalam menganalisis usaha sesuatu perusahaan untuk memaksimumkan keuntungan ada dua hal yangharus diperhatikan yaitu : Biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan Hasil penjualan dari barang yangdihasilkan perusahaan itu.1.

Permintaan Pasar dan Perusahaan2.

Hasil Penjualan Marginal, Rata-rata dan TotalTerbagi menjadi beberapa bagian yaitu diantaranya adalah : Hasil penjualan rata-rata, Hasil penjaulanmarginal dan Hasil penjualan total.Pemaksimuman Keuntungan Jangka Pendek syarat dari pemaksimuman keuntungan didalam jangka pendek adalah pemaksimuman untung oleh suatu perusahaan dapat diterangkan dengan dua cara yaitu :Membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total Menunjukkan keadaan dim









Sumber  :
http://ferybisnissukaku.blogspot.com/2010/05/produksi-optimal.html
http://agungdimas.wordpress.com/2011/04/21/ongkos-dan-penerimaan/
http://dhani2009.wordpress.com/2011/04/14/produksi-optimal/
http://wiki.answers.com/Q/What_is_least_cost_combination_inputs
 http://y4zmanies.wordpress.com/2010/05/14/produsen-dan-fungsi-produksi/

Wednesday, April 17, 2013

SOFTSKILL TUGAS KEDUA (prilaku konsumen)






DESANTI MAYA HAPANA                                      11111877
RAHMI AJENG EFRIANINGSIH                            15111796


2KA36











KATA PENGANTAR
                   Segala puji dan syukur kita bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehinga kami dapat menyelesaikan makalah Perilaku Konsumen.
                    Dalam makalah ini memuat informasi tentang “Perilaku Konsumen ”. Makalah ini membahas tentang perilaku konsumen dalam memilih pilihan yang bervariasi dengan kebutuhan atau keinginan.Untuk perlu dicermati dan perlu mendapat perhatian dari semua pihak yang menyangkut perilaku konsumen itu sendiri. Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui bagaimana proses perilaku konsumen mengambil keputusan dan faktor yang mempengaruhinya.
                     Penyusun mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah membantu dalam penyusunanmakalah Perilaku Konsumen.Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan wawasan yang lebih luas kepada para pembaca.Penyusun mengharapkandalam pemberikan saran dan kritiknya untuk kesempurnakan makalah selanjutnya.


Terima kasih.





Hormat Kami,


Penulis







BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
                      Ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang dan mengalami kemajuan setiap waktu, mendesak konsumen dalam merubah cara berfikir dalam membuat keputusan. Tetapi hampir seluruh aspek pemasaran tidak bisa dilepaskan dalam  menentukan pilihan,khususnya perilaku konsumen pasar. Dalam mengenal suatu konsumen perlu mempelajari tingkah laku atau perilaku konsumen sebagai aktivitas manusia itu sendiri. Perilaku konsumen dalam membuat keputusan dengan menggunakan sumber daya yang terbatas,untuk mendapatkan produk atau jasa yang diinginkan.
                    Dapat dilihat dalam pengambilan keputusan konsumen mengunakan proses dalam mengambilan keputusan yang sangat bervariasi, sering mempertimbangkan yang berkaitan dengan jenis pembelian. Jenis pengambilan keputusan yang diambil konsumen berbeda - beda tergantung keterlibatan dalam produk yang diinginkan. Konsumen memiliki pendekatan yang berbeda terhadap pembelian kecil atau sederhana yang rutin untuk dilakukan seperti membelibahan makanan, dari pada dilakukan untuk membeli mobil mewah. Walaupun konsumen masih menimbang alternatif yang dipakai, infomasi yang dicari, kepuasaan laten produk yang bersaing, dan kesalahan yang terjadi jauh lebih rendah dengan pembelian sederhana dari pada dengan pembelian yang kompleks.
                    Pembuatan keputusan konsumen sangat dipengaruhi oleh budaya, sosial dan keluarga yang mengharuskan mereka memilih.Sedangkan pengaruh juga datang dari demografis dan karakteristik psikologis individu yang diterimanya melalui informasi, pribadi, pengalaman terhadap rangsangan tersebut. Dalam menganalisis perilaku konsumen akan lebih berhasil bila dapat memahami aspek psikologis individu secara menyeluruh dalam menyelami kebutuhannya. Dan dengan demikian pula pemasar dalam memasarkan produk akan membawa kepuasan untuk konsumen dan dirinya.

Rumusan Masalah
Bagaimana perilaku konsumen itu ?
Bagaimana model dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi perilaku konsumen ?
Bagaimana pendekatan kardinal dan ordinal ?
Bagaimana elastisitas dan macam-macam besaran elastisitas ?

Tujuan
Dalam pembuatan makalah perilaku konsumen ini,bertujuan untuk:
Untuk mengetahui perilaku konsumen itu.
Untuk mengetahui model dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.
Untuk mengetahui pendekatan kardinal dan ordinal.
Untuk mengetahui elastisitas dan macam-macam besaran elastisitas.


BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Perilaku Konsumen Dalam llmu Micro
                       Perilaku konsumen dapat diartikan sebagai salah satu tingkah laku atau proses dari konsumen yang dapat ditujukan dengan pencarian dalam membeli , pemilihan, memperbaiki, menggunakan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi atau memuaskan kebutuhan dan keinginannya. Untuk pengertian perilaku konsumen dalam ilmu micro itu yaitu mengenai individu atau masyarakat sebagai konsumen bisa membuat suatu keputusan dengan menggunakankan sumber daya yang terbatas untuk mendapatkan produk dan jasa yang diinginkan untuk dapat dikonsumsi atau dimanfaatkan.
                       Perilaku konsumen yang paling mendasari terjadinya membuat keputusan pembelian, pada saat produk tersebut berharga jual tinggi sangat sulit mengambil keputusan dan mempertimbangkannya kembali sedangkan produk berharga jual rendah pada saat mengambil keputusan dapat dilakukan dengan mudah.Konsumen adalah seseorang yang mengkonsumsi produk atau jasa, yang tergantung pada kebutuhan, pendapatan dan kebiasaan.Terdapat beberapa aplikasi tentang pemahaman perilaku konsumen berupa strategi pemasaranyang perlu perancangan yang baik dan tepat untuk menarik pembeli, kemudian perilaku konsumen itu sendiri dalam membantu membuat kebijakan publik, dan yang terakhir dalam pemasaran sosial dalam memahami sifat konsumen.

Model Perilaku Konsumen
Menunjukan penekanan pada interaksi antara pemasar dan konsumen, tentang pemahaman dan evaluasi.

Tiga Faktor Dasar yang Mempengaruhi Pilihan Konsumen

1. Konsumen Individu
Didasari kebutuhan konsumen itu sendiri, b. Persepsi hasil pemaknaannya yang diterima melalui informasi atau pengalaman, c. Pembentukan sikap, dalam memilih merek atau jenis barang di pengaruhi demografi individu, gaya hidup, dan karakteristik individu.

2. Pengaruh Lingkungan
Dari lingkungan pembelian konsumen dengan a. Budaya, pengaruh dari norma kemasyarakatan atau suku, b. Kelas sosial, dari suatu grup atau kelompok sosial atas harta konsumen, c. Grup tata muka, bisa dengan teman atau relasi atau bahkan anggota keluarga, d. Faktor situasional, situasi dimana konsumen harus memiliki atau membeli produk sesuai dengan tempat situasi atau kalangannya.

3. Marketing Strategy
Pemasar dalam hal ini mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. a. Produk pasar b. Harga pasar c. Periklanan d. Pendistribusian untuk mendorong konsumen mengambil keputusan.

              Pada saat konsumen telah berfikir mengambil keputusan untuk mengevaluasi pada pembelian yang lalu, yang digambarkan sebagai umpan balik kepada konsumen.saat konsumen mengevaluasi , konsumen akan belajar dari pengalaman dan pengumpulan informasi yang didapat mungkin bisa berubah, dalam merek yang digunakan, dan pemilihan merek.
              Panah umpan balik untuk mengarah ke organisasi pemasaran. Pemasar akan mengikuti respon konsumen dalam bentuk saham pasar dan data penjualan. Tetapi informasi dalam bentuk data tidak menerangkan kelemahan atau pun kekurangan secara relatif kepada pesaing.Untuk itu penelitian dan perumusan kembali strategi pemasaran sangat di butuhkan konsumen dalam pemenuhan yang lebih baik. Sebagai contoh seseorang akan membeli sebuah toko atau ruko pada sebuah pusat pembelajaan akan mempertimbangkan lingkungannya, merancang strategi pemasaran dengan memberi diskon, melihat kebutuhan perilaku konsumen dan resiko yang akan terjadi.

Pendekatan Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen yang menjelaskan bahwa seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli produk atau jasa sesuai seleranya dengan harga tertentu.
Maka perilaku konsumen dalam mengkonsumsi barang atau jasa yang tujuannya untuk mendapatkan kepuasan laten atau kenikmatan.Terdapat pendekatan untuk mempelajari tingkah laku konsumen yaitu:
Pendekatan Marginal Utility (Cardinal)
Pendekatan Indifference Curve (Ordinal)
Dapat dikatakan konsumen dengan pendapatan yang sudah ada, akan mengkonsumsi sejumlah barang tertentu dan berusaha memaksimumkan kepuasan totalnya.

Pendekatan Marginal Utility (Cardinal)
Bahwa kepuasan suatu konsumen dapat diukur dengan satuan ukur misal berat, panjang atau uang .
Makin banyak barang di konsumsi oleh konsumen maka makin besar kepuasan.
Terjadi pada hukum utiliti marginal (The Law OfDiminishing Marginal Utilityberlaku untuk tambahan kepuasan setiap satuan.Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen. Jadi jika untuk setiap tambahan kepuasan yang diperoleh setiap 1 unit barang yang dikonsumsi akan semakin turun. Pada saat kepuasan konsumen akan naik sampai titik batas tertentu maka batasan kepuasan akan semakin menurun.
Untuk tambahan kepuasan dapat dihargai dengan uang, misal 1 unit barang. Jika tambahan kepuasan yang didapat semakin besar maka konsumen akan memberi harga mahal, lain hal bila kepuasan menjadi semakin rendah maka akan dibayar dengan harga murah oleh konsumen.

Asumsi konsumen bersifat rasionalitas dengan menginginkan kepuasan maksimum memiliki informasi dengan jelas akan produk atau jasa yang diinginkan dengan menggunakan satuan uang dan mendapat kendala pada anggaran.
Seperti contoh seseorang atau konsumen akan membeli sebuah tablet pc dia akan mencari informasi dengan jelas tentang produk yang diinginkan. Selanjutkan dia akan mempersiapkan anggarannya walaupun produk yang diinginkan harganya terlampau tinggi dia tetap membelinya untuk mendapat kepuasan maksimal itu sendiri .


Pendekatan Indifference Curve (Ordinal)
                        Pendekatan ordinal beranggapan kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang atau jasa tidak dapat di ukur dengan satuan ukur. Bahwa tingkat kepuasan konsumen satu dengan konsumen yang lain berbeda dalam mengkonsumsi barang atau jasa yang sama. Anggapan yang diperlukan tingkat kepuasan konsumen dapat dikatakan lebih tinggi atau lebih rendah tanpa mengatakan seberapa lebih tinggi atau rendahnya.


Untuk itu pendekatan ordinal dapat menunjukan tingkat kepuasan konsumen dalam mengkonsumsi yang menghasilkan tingkat kepuasan yang sama dengan menggunakan model kurva indifferent.
Asumsi konsumen bersifat rasionalitas dengan menginginkan kepuasan maksimum yang mendapat kendala pada pendapatan dan harga barang diketahui dengan memiliki informasi yang sempurna tanpa perlu diukur dan konsisten atas keputusan akan pilihannya dan hanya dinyatakan dalam IC.
Sebagai contoh dalam satu kelas mendapat peringkat dengan  pengukuran bersifat kualitatif mendapat hasilnya sangat bagus, bagus dan cukup dengan kata lain memiliki kepuasan berbeda setiap individu.

Ciri-ciri kurva indifferens:
1.      Mempunyai kemiringan yang negatif, dalam hali ini ditunjukan dengan barang yang satu dengan barang yang lain yang dikonsumsi saling mengganti.
2.      Cembung ke arah origin, berarti konsumen mengorbankan sejumlah barang yang satu untuk mendapatkan barang yang lain.
3.      Tidak saling berpotongan, hal ini disebabkan yang lebih tinggi mempunyai tingkat kepuasan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kurva yang lebih rendah letaknya.

Konsep Elastisitas
                       Pengertian elastisitas merupakan konsep untuk memahami permasalahan perubahan ekonomi. Dalam ilmu ekonomi itu sendiri sebagai pengukur perubahan dari suatu variabel ke variabel yang lain. Dengan kata lain konsep elastisitas, tentang pemahaman dari elastisitas harga dari permitaan dan penawaran yang merupakan dua kekuatan yang mempengaruhi harga relatip barang dan jasa.

Sebagai contoh pada mobil A biaya produksi yang turun sehingga produsen bisa menurunkan harga, maka akan meningkat permintaan konsumen. Lain halnya untuk pesaing mobil B ia malah menaikan harga sehingga tindakan ini menurunkan permintaan konsumen mobil B dan menambah kenaikan pada mobil A. Dalam hal ini produsen harus mempertimbangkan tingkat elastisitas produksi dalam membuat suatu keputusan, untuk memperkirakan kepekaan konsumen dan seberapa besar reaksi yang ditimbulkan konsumen.

Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan digunakan untuk mengetahui besar presentase perubahan jumlah permintaan berakibat pada presentase perubahan pada harga. Pada saat harga produk naik maka kualitas permintaan produk akan menurun dan sebaliknya sesuai hukum permintaan.

1. Elastisitas Harga Permintaan
2. Elastisitas Silang
3. Elastisitas Pendapatan

Elastisitas Harga Permintaan
                     Konsep atau sebagai alat untuk mengukur derajat reaksi atau kepekaan perubahan jumlah kualitas permintaan sebagai akibat perubahan barang tersebut.
Elastisitas yang dikaitkan dengan harga produk tertentu.Elastisitas harga (Ep) mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu produk yang berubah maka harganya pun berubah sebesar satu persen.
                      Koefisien elastisitas harga permintaandapat bernilai kurang dari, sama dengan lebih besar dari dan merupakan angka mutlak (absolute), sehingga harga permintaan terdapat tiga bentuk elastisitas yaitu:
Pada saat elastisitas jumlah permintaan suatu barang menunjukkan nilai lebih dari (>) 1, maka permintaan terhadap barang tersebut dikatakan elastis di mana besarnya jumlah permintaan barang sangat dipengaruhi oleh besar-kecilnya harga. Bentuk kurva permintaannya lebih landai [ % ΔP > % Δ Q].
Sementara itu, barang dengan nilai elastisitas kurang dari (<) 1 disebut barang inelastis, yang berarti pengaruh besar-kecilnya harga terhadap jumlah-permintaan tidak terlalu besar. Bentuk kurva permintaannya lebih vuram..[ % ΔP < % Δ Q].
Apabila persentase perubahan harga sama besarnya dengan persentase perubahan jumlah permintaan barang, disebut dengan elastisitas yang unitariatau elastisitas tunggal, dimana besar koefisiennnya adalah sama dengan 1, Bentuk kurva permintaannya membentuk sudut 45 derajat dari titik asal [% ΔP = % Δ Q].
Disamping tiga bentuk elastisitas harga permintaan diatas, ada dua lagi elastisitas harga permintaan, yaitu :
Permintaan tidak elastis sempurna (= 0), perubahan harga tidak mempengaruhi kuantitas permintaan barang. tingkat harga paling rendah,dimana respon yang jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga adalah sangat kecil.
Permintaan elastis sempurna (tak terhingga), ini merupakan tingkat yang paling tinggi dari kemungkinan elastisitas, dimana respon yang paling besar dari jumlahbarang yang diminta terhadap harga.pada kondisi ini berapapun jumlah permintaan, harga tidak berubah atau dengan tingkat harga yang jumlah permintaannya dapat lebih banyak.

Faktor Yang Mempengaruhi Elastisitas Harga Permintaan
Beberapa faktor yang menentukan tingkat reaksi konsumen terhadap perubahan harga, sebagai berikut:
1. Jenis produk itu sendiri dan preferensi
2. Tersedia atau tidaknya produk pengganti di pasar
3.Jumlah pengguna dan tingkat kebutuhan dariproduktersebut
4.Periode waktu yang tersedia untuk menyesuaikan terhadap perubahan harga/periode waktu dipasar.
5. Kemampuan relatif anggaran untuk mengimpor produk
6. Elastisitas Silang

                      Elastisitas yang dikaitkan dengan harga suatu barang dengan harga barang lain. Elastisitas silang (Ec) mengukur persentase perubahan kualitas permintaan suatu barang sebagai akibat mempengaruhi harga barang lain sebesar satu persen.
Untuk mengukur besarnya kepekaan permintaan suatu barang jika harga barang lain yang berubah, yaitu harga barang yang berhubungan dengan barang tersebut yang berupa barang komplementer dan dapat berupa barang subtitusi.

1. Produk substitusi.
   Elastisitas permintaan silang adalah positif, dimana kenaikan harga produk y maka akan penurunan pada jumlah barang y yang diminta dan berakibat jumlah barang x yang diminta meningkat juga.. Contoh produk substitusi :  apabila harga kopi turun maka permintaan terhadap teh berkurang dan sebaliknya.
2. Produk komplementer.
   Elastisitas permintaan silang adalah negatif , jika terjadi kenaikan harga produk y maka akan akibatnya produk y akan menurun, disertai pula penurunan pada jumlah produk x yang diminta. Contoh produk komplementer :bensin dan mobil (mobil tidak dapat digunakan tanpa bensin). Jika harga bensin naik, permintaan akan mobil akan cenderung turun.

Elastisitas Pendapatan
               Elastisitas pendapatan mengukur kuantitas permintaan suatu barang merespon terhadap perubahan pendapatan konsumen.besarnya pengaruh dari perubahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan.

 Elastisitas pendapatan ditentukan oleh jenis produk, yaitu :
1. Produk normal atau superior.
2. Elastisitas pendapatan adalah positif, jika permintaan akan produk normal meningkat akibat pendapatan meningkat.
3. Produk inferior atau giffen.
4. Elastisitas pendapatan adalah negatif. Jika permintaan akan produk inferior menurun akibat dari  pendapatan meningkat.

Elastisitas Penawaran
                       Maka hukum penawaran mengatakan tinggi harga suatu barang maka makin banyak pula jumlah barang yang akan ditawarkan oleh produsen dan sebaliknya kalau harga turun, jumlah barang yang ditawarkan juga menurun karena kurang menguntungkan produsen. Terdapat faktor-faktor penting, sebagai penentu elastisitas penawaran berbagai barang antara lain:
Sifat Perubahan Pada Biaya Produksi
                     Penawaran akan bersifat elastis jika kenaikan pada penawaran dilakukan dengan mengeluarkan biaya yang tidak tinggi, lain halnya jika biaya yang dikeluarkan relatif tinggi maka penawaran tersebut tidak bersifat elastis.
Jangka  Waktu  Analisis
                    Dalam elastisitas penawaran juga tergantung kepada jangka waktu, dalam rangka menyesuaikan barang yang akan ditawarkan dengan perubahan harga.  Dapat diartikan secara umum , bila semakin panjang waktu untuk produsen dalam menyesuaikan dirinya terhadap perubahan harga , semakin besar pula elastisitas penawaran. Dapat dibedakan atas 3 jenis jangka waktu, yaitu :
1. Masa sangat pendek(Immediate Run),  masa waktu dimana jumlah barang yang terdapat dipasar (kurva penawaran bersifat tidak elastis sempurna).
2.  Jangka Pendek, dimana kapasitas untuk mengembangkan produksi tidak cukup panjang, sehingga hasil yang hanya dapat dikembangkan sebtas kapasitas yang sudah ada saja (penawaranbersifat tidak elastis).
3.  Jangka Panjang, dimana masa waktu yang sangat panjang untuk perusahaan lama dalam membuat rencana untuk pengembangan perusahaan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan harga. Dan bagi perusahaan baru untuk masuk kedalam pasar lebih mudah (bentuk kurva penawarannya lebih elastis)

Stok persediaan
Semakin besar persediaan akan semakin elastis persediaan. Ini dikarenakan produsen akan dapat segera memenuhi kenaikan permintaan barang yang ditawarkan dengan persediaan yang ada.
Kemudahan substitusi faktor produksi/input
Semakin tinggi mobilitas mesin (atau kapital lainnya) dan tenaga kerja, semakin elastis penawaran.Semakin elastis mobilitas kapital dan tenaga kerja, semakin mudah produsen memenuhi perubahan permintaan yang terjadi.Ini karena kapital dan tenaga kerja ebih fleksibel, sehingga dapat ditambah atau dikurangi pada waktu dibutuhkan.

Elastisitas Harga Penawaran
          Sama halnya dengan elastisitas harga permintaan, hanya yang berbeda pengertian jumlah permintaan suatu barang dengan jumlah penawaran suatu barang. Elastisitas harga kan dituntukan dalam bentuk presentase perubahan kualitas penawaran sebagai akibat satu persen perubahan harga.
Terdapat lima bentuk elastisitas harga penawaran :
Penawaran tidak elastis (<1),perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif kecil terhadap penawaran.
Penawaran unitar elastis (= 1), perubahan penawaran sama dengan perubahan harga.
Penawaran elastis (>1),perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadap penawaran.
Penawaran elastis sempurna (tak terhingga).produsen dapat menyuplai berarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu dan mampu menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi.
Penawaran tidak elastis sempurna (= 0): penawaran tidak dapat ditambahkan pada tingkat harga berapapun,maka kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal.
b.Elastisitas Silang
         Terdapat permintaan konsumen pada suatu barang tidak tergantung pada harga barang, preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer dan juga pendapatan.
c.Elastisitas Pendapatan
Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) pada pendapatan konsumen akan berpengaruh terhadap penawaran berbagai barang, besarnya pengaruh perubahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan.
Elastisitas pendapatan ini dapat dihitung dengan membagi persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan dengan persentase perubahan pendapatan.Konsumen biasanya akan melihat kualitas dan kuantitas dari harga yang mereka inginkan. Terkait dengan contoh kasus indomie di atas para konsumen lebih sering mengkonsumsi mie instan indomie karena menurut mereka citra rasa dari produk tersebut lezat atau enak dan dengan harga terjangkau pula yang dapat di konsumi oleh berbagai kalangan. Para konsumen juga biasanya membeli suatu produk karena terpengaruh oleh rasa penasaran dan informasi dari teman-teman dekatnya atau dari media massa mengenai produk tersebut. Akan tetapi sebagai konsumen kita juga harus berhati-hati dalam memilih produk yang akan dibeli karena banyak para produsen yang tidak jujur dan ridak bertanggung jawab ada di luar sana, sebagai konsumen kita harus menjadi konsumen yang cermat dan pintar, jangan mudah tergiur atau tertarik dengan suatu produk dengan harga yang tidak sesuai dengan harga di pasaran.